Yuki Tsunoda Siap Gantikan Liam Lawson di F1 GP Jepang 2025

Bagikan

Yuki Tsunoda akan Menggantikan Lawson di Red Bull Mulai dari F1 Jepang 2025 setelah degradasi yang mengejutkan.

Yuki Tsunoda Siap Gantikan Liam Lawson di F1 GP Jepang 2025

Red Bull telah mengumumkan bahwa Yuki Tsunoda akan menggantikan Liam Lawson di tim Red Bull Racing senior mulai dari Grand Prix Jepang dan seterusnya. Pembalap berusia 24 tahun itu mendapat anggukan untuk menggantikan Lawson setelah pembukaan yang sulit bagi pembalap asal Selandia Baru itu. Ikuti terus informasi menarik dari kami tentang dunia balapan Formula 1, tentunya anda bisa klik link .

tebak skor hadiah pulsa

Kabar Gembira bagi pecinta bola, khususnya Timnas Garuda. Ingin tau jadwal timnas dan live streaming pertandingan timnas? Segera download!

Alasan Pergantian Pembalap

Performa Liam Lawson yang kurang memuaskan di dua seri pembuka musim 2025 menjadi pemicu utama keputusan Red Bull Racing untuk menggantinya dengan Yuki Tsunoda. Lawson, yang baru dipromosikan ke tim utama, gagal menunjukkan ekspektasi yang diharapkan, terutama dalam sesi kualifikasi dan balapan. Dalam dua grand prix pertama, ia selalu berada di posisi terbawah saat kualifikasi. Bahkan tertinggal dari Tsunoda dan rekan setimnya yang berstatus rookie, Isack Hadjar.

Selain itu, Lawson juga gagal finis di Australia karena mengalami spin. Di sisi lain, Yuki Tsunoda justru tampil impresif bersama VCARB (Visa Cash App Racing Bulls). Pembalap asal Jepang ini selalu berhasil lolos ke Q3 di setiap sesi kualifikasi dan secara konsisten bertarung di posisi 10 besar. Menghasilkan poin yang lebih signifikan dibandingkan Lawson. Perbedaan performa yang mencolok antara Lawson dan Tsunoda menjadi dasar bagi Red Bull untuk melakukan pergantian pembalap demi meningkatkan daya saing tim secara keseluruhan.

aplikasi nonton bola shotsgoal apk

Dampak Pada Tim dan Reaksi F1

Dampak Pada Tim dan Reaksi F1

Salah satu dampak utama dari keputusan ini adalah perubahan susunan pembalap di tim Red Bull Racing dan Racing Bulls. Yuki Tsunoda mendapatkan promosi ke tim utama, yang merupakan kesempatan besar baginya untuk membuktikan kemampuannya di samping Max Verstappen. Sementara itu, Liam Lawson harus kembali ke Racing Bulls, yang bisa menjadi langkah mundur dalam kariernya. Meskipun ia akan mendapatkan lebih banyak pengalaman di lingkungan yang familiar.

Keputusan ini juga memengaruhi performa tim secara keseluruhan. Red Bull Racing berharap pengalaman Tsunoda dapat membantu dalam pengembangan mobil RB21 dan memberikan kontribusi poin yang lebih konsisten untuk mempertahankan gelar juara dunia konstruktor.

Namun, ada juga risiko bahwa Tsunoda akan mengalami kesulitan yang sama dengan Lawson dalam beradaptasi dengan mobil yang dikenal sulit dikendalikan. Keputusan Red Bull ini menuai beragam reaksi dari tokoh-tokoh Formula 1. Beberapa pihak, seperti Lewis Hamilton, merasa bahwa keputusan itu terlalu cepat dan keras terhadap Lawson.

Mantan pembalap Red Bull, Alex Albon dan Pierre Gasly, memberikan dukungan kepada Lawson dan meyakini bahwa ia akan mampu bangkit kembali. Max Verstappen sendiri secara implisit menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap keputusan tersebut, dengan menyukai komentar yang mengkritik perlakuan Red Bull terhadap Lawson.

Baca Juga: Mantan Juara WWE Sid Eudy, yang Dikenal Sebagai Sid Vicious, Meninggal pada Usia 63

Masa Depan di Formula 1

Setelah diturunkan kembali ke Racing Bulls, masa depan Liam Lawson di Formula 1 menjadi tidak pasti. Meskipun Red Bull menyatakan bahwa mereka masih memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan Lawson, langkah ini jelas merupakan kemunduran baginya. Lawson akan memiliki kesempatan untuk membangun kembali kepercayaan dirinya dan menunjukkan kemampuannya di lingkungan yang lebih familiar.

Namun, ia harus menghadapi persaingan ketat dari pembalap muda lainnya yang juga berambisi untuk naik ke tim utama Red Bull. Jika Lawson mampu tampil impresif bersama Racing Bulls, bukan tidak mungkin Red Bull akan mempertimbangkan untuk mempromosikannya kembali di masa depan.